

Saya cukup maklum ketika banyak teman yang kaget, tidak menyangka, heran, bahkan bingung, ketika saya bergabung dengan Asian Brain (AB), sebuah perusahaan yang didirikan oleh Anne Ahira (AA). Ya, sikap seperti ini dapat dimaklumi, sebab saya pun awalnya punya pemikiran yang agak negatif mengenai AB dan AA.
Karena itulah, sebelum memutuskan untuk bergabung dengan AB, Insya Allah saya tidak melakukannya berdasarkan emosi sesaat. Saya terlebih dahulu melakukan penelitian, bahkan bertanya kepada pihak-pihak yang pro maupun yang kontra. Lalu saya banding-bandingkan semua penemuan yang saya dapatkan. Intinya, saya SANGAT HATI-HATI ketika mengambil keputusan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dan alhamdullah… saat ini saya merasa amat mantap, tak ada keraguan sedikit pun untuk bergabung dengan Asian Brain.
Kenapa?
Hal ini tidak terlepas dari beberapa penemuan dari hasil penelitian saya, juga dari beberapa pengalaman yang menurut saya sangat bermanfaat.
Berikut adalah penemuan dan pengalaman tersebut.
Pertama:
Hasil penelitian saya mengenai “tuduhan miring terhadap Anne Ahira”. Ternyata semua isu yang muncul di halaman depan Google adalah info-info basi, yang sudah tak sesuai dengan kondisi kekinian. Klik di sini untuk lebih detilnya.
Kedua:
Saya juga sudah berdebat dengan sejumlah orang yang antipati terhadap AsianBrain dan Anne Ahira. Dari perdebatan tersebut, saya merasa puas dan gembira.
Sebab semua argumen mereka dapat “disanggah” dengan argumen yang lebih kuat.
Bila dirangkum, pendapat teman-teman yang antipati tersebut sebenarnya hanya bermuara pada empat persoalan berikut:
Argumen: Mereka cuma menjual mimpi yang enggak jelas.
Sanggahan: Coba lihat di situs AsianBrain.com. Baca dengan teliti, dengan pikiran jernih, dan hilangkan semua prasangka. Semua info yang tertulis di sana sangat jelas dan detil. Apa lagi yang kurang?
Argumen: Asian Brain tak lebih dari sebuah PENIPUAN. Tak ada barang yang benar-benar dijual. Setelah jadi korban, kita dipaksa untuk mencari downline atau korban kita berikutnya.
Sanggahan: Bicara tentang “barang”, apakah SEKOLAH internet marketing yang bernama asianbrain itu apakah itu bukan BARANG?
Jadi kalau dikatakan tidak ada barang yang dijual, sebenarnya kurang tepat juga.
“Barang” yang kita “jual” di asian brain adalah asian brain itu sendiri. Istilahnya adalah AFILIASI.
AFILIASI bukan MLM, karena hanya satu tingkat, dan tak ada target apapun. Lagipula, ini tidak wajib. Kalau kita tak mau mengikuti program Afiliasi Asian Brain, juga tak apa-apa. Tak ada yang melarang atau memaksa.
Kalau tak mau berurusan dengan afiliasi, kita cukup fokus dalam menjalankan bisnis online, mempraktekkan hal-hal yang kita pelajarai lewat sekolah asianbrain. Insya Allah, lewat jalur ini pun banyak peluang yang bisa kita dapatkan.
Jadi, di mana letak penipuannya?
Argumen: Tulisan Priyadi dan Enda Nasution sudah menjadi gambaran yang sangat jelas mengenai bisnis Anne Ahira.
Sanggahan: Kedua tulisan itu sudah basi.
Argumen: Kita bisa belajar internet marketing secara gratis. Sumbernya di internet sangat banyak. Buat apa ikutan AB yang berbayar? Rp 200.000 perbulan pula. Mahal banget!
Sanggahan: Memang banyak yang gratis. Tapi yang berbayar biasanya profesional. Pasti ada kelebihan layanan berbayar ketimbang yang gratisan. Kalau gratisan, kita tak akan bisa marah jika si guru absen memberi pelajaran selama berminggu-minggu. Kalau gratisan, kita seperti masuk ke hutan belantara yang sangat asing, tak punya panduan, dan tak tahu harus ke mana.
Sedangkan kalau berbayar, ada hak dan kewajiban yang jelas. Kita akan mendapat panduan yang jelas dan terarah. Lagipula, gurunya adalah Anne Ahira, seorang internet marketer kelas dunia.
Selain itu - dari yang saya ketahui, sebagai siswa Asian Brain kita akan mendapat banyak peluang, hak khusus untuk mengakses sumber-sumber terpercaya di internet, yang tidak bisa kita dapatkan bila bergabung di “sekolah gratisan”.
Keunggulan lain: AsianBrain merupakan satu-satunya sumber belajar internet marketing yang berbahasa Indonesia. Sebagian besar sih berbahasa Inggris. Jadi, bagi Anda yang belum terlalu bisa berbahasa Inggris, tentu Asian Brain tentu punya nilai lebih yang tak dapat disangkal.
Ketiga:
Banyak orang yang mengkaitkan AsianBrain dan Anne Ahira dengan praktek-praktek SPAM dll yang menganggu privasi orang lain.
Tapi coba simak penemuan saya: Sejumlah aturan di AsianBrain yang diberlakukan bagi para siswa yang hendak “berjualan” lewat program afiliasi (*):
Affiliate dilarang melakukan promosi yang menggunakan istilah-istilah yang mengarah pada persepsi “Bisnis Cepat Kaya” atau semacamnya.
Dalam melakukan promosi Affiliate dilarang melakukannya pada website yang bersifat pornografi, mengandung unsur SARA, illegal serta website-website yang bisa memberikan citra negatif pada Asian Brain IMC.
DILARANG MELAKUKAN SPAMMING, DILARANG MELAKUKAN SPAMMING, DILARANG MELAKUKAN SPAMMING. Dalam melakukan promosi melalui email dilarang keras melakukan spamming.
Dalam melakukan promosi melalui email, Affiliate wajib menyertakan informasi diri yang jelas dan benar pada email tersebut, sehingga penerima email dapat mengetahui dengan pasti siapa pengirimnya.
Dalam melakukan promosi, Affiliate dilarang mengirim email promosi ke milis-milis tanpa persetujuan moderator milis, karena termasuk kategori spamming.
Dalam melakukan promosi Affiliate dilarang melakukan harvesting dan mengirim email promosi pada email yang diperoleh melalui harversting.
Dalam melakukan promosi sangat disarankan untuk tidak menggunakan jasa safelist dan sejenisnya, karena beresiko tinggi terkena tuduhan spamming.
Jika Asian Brain IMC mendapat laporan atau menemukan langsung Affiliate melakukan tindakan spamming, maka Asian Brain berhak untuk meminta informasi dari Affiliate yang dapat digunakan sebagai bukti bahwa Affiliate tidak melakukan spamming.
(*) Perlu diketahui, program afiliasi ini hanya optional, boleh dimanfaatkan dan boleh tidak. Inti dari AsianBrain adalah SEKOLAH internet marketing.
Keempat:
Dari ceramah Anne Ahira, saya mendapatkan beberapa fakta lain yang tak kalah mengejutkan.
Ini dia (selengkapnya bisa dibaca di sini):
Penjelasan AA tentang kiat dan strategi internet marketing sangat masuk akal. Ia membeberkan enam langkah yang harus kita lakukan sebelum terjun sebagai internet marketer:
Walau yang saya tulis di atas hanya berupa poin-poin, saya yakin Anda setuju bahwa enam langkah di atas merupakan langkah-langkah yang sangat wajar, tak ada yang aneh atau berbau tipu-tipuan. Terlebih, Anne Ahira juga menegaskan beberapa hal:
Yang tak kalah mengejutkan, saya mendapat kesempatan berharga untuk mengetahui beberapa “rahasia pribadi” Anne Ahira yang benar-benar di luar dugaan saya:
Anne Ahira tak lupa menceritakan sebuah pengalamannya yang - menurut saya - cukup unik.
Dulu, dia sangat prihatin melihat warga asing di Indonesia yang digaji sangat tinggi. Dia pernah bertanya pada seorang pekerja Amerika, “Kenapa gaji kamu tinggi banget?”
Dengan santainya si bule menjawab, “Because I am an American.”
Jawaban ini membuat Anne Ahira merasa jengkel bukan main.
Lantas ketika sudah sukses menjadi milyuner, suatu ketika dia berkesempatan berbicara di depan warga Amerika di USA sana. Para hadirin sangat kaget ketika mengetahui betapa besarnya penghasilan Anne Ahira.
“How come?” ujar mereka dengan penuh keheranan.
“Because I am an Indonesian,” sahut Anne Ahira dengan santai. Sepertinya dia sedang “balas dendam” terhadap bule yang sempat membuatnya jengkel.
Jadi dari fakta-fakta di atas, saya merasa bahwa tuduhan-tuduhan miring terhadap Asian Brain sama sekali tidak beralasan, dan mungkin itu hanya karena salah persepsi belaka.
Demikian konfirmasi dari saya, terima kasih banyak, dan wassalam
Jonru
You must be logged in to post a comment.
Asian Brain and Anne Ahira Center is powered by WordPress Using Redzonea Sponsored By Read Article
Statistik


[...] Tentang Isu MLM, Penipuan, dst [...]